Entri Populer

Latest Posts

Minggu, 28 Februari 2016

Mengeluh Menghancurkan Jembatan Kesuksesan

Tidak ada komentar:



Berkaitan dengan motivasi untuk tidak mengeluh, ada sebuah kutipan indah, yang saya ambil dari fan pagenya Teh Ninih,


Dalam kitab Jawahir Shifatush Shafwah, terungkap sebuah nasihat indah dari Muhammad bin Ali bin Al-Husain rahimahullah kepada putranya.Beliau berkata, “Wahai anakku, jauhilah olehmu sifat malas dan banyak mengeluh. Sesungguhnya, kedua sifat itu merupakan kunci dari segala keburukan. Apabila engkau malas, niscaya engkau tidak akan mampu menunaikan kewajibanmu. Apabila engkau banyak mengeluh, niscaya engkau pun tidak akan sabar dalam menunaikan kewajibanmu itu.”


Mengeluh itu tidak ada gunanya, mengeluh hanya memperparah. Dan, mengeluh bisa mengundang sifat jelek lainnya, yaitu malas. 

Sementara, sepertinya mengeluh sudah menjadi “budaya”, bahkan diumumkan melalui media social sehingga semua teman kita menjadi mengetahuinya. Tidak sedikit yang mengungkapnya dengan kata yang kasar sehingga malah menyebar.
Sikap negatif itu seperti virus, mudah menyebar. Jika kita mengeluh, kemudian dikatakan dan juga ditulis di social media, kita menyebarkan sikap yang negatif. Juga sebaliknya, kita pun akan mudah terpengaruh oleh sikap negatif jika teman-teman kita banyak yang menjadi pengeluh.
Namun, seperti virus ada anti virusnya. Ada penangkalnya. Kita sulit menghindari dari para pengeluh, tapi kita bisa tidak tertular jika kita memiliki penangkalnya.
Penangkalnya bukan tablet, bukan kapsul, bukan juga obat herbal. He he. Tapi kondisi pikiran dan hati kita yang kuat, sehingga kita bisa menangkal semua virus negatif itu.
Ya, seperti virus flu. Jika tubuh kita kuat, maka kita akan lebih sulit tertular flu. Jika kita lemah, daya tahan turun, dan dalam kondisi lelah, bisa jadi kita mudah terserah flu.

Motivasi Tidak Mengeluh Yang Pertama Adalah Bersyukur

Saat bicara tentang bersyukur, mungkin ada yang berkata seperti ini.
“Bagaimana bisa bersyukur? Saya sedang dilanda kesusahan. Itulah alasannya mengapa saya mengeluh.”
Justru, dengan bersyukurlah kesusahan Anda bisa hilang. Bukankah dengan bersyukur nikmat akan ditambah?
“Ya sich, tapi apa yang harus disykuri?”
Banyak sekali. Anda hanya tidak memikirkannya karena fokus pada masalah atau kesusahan Anda. Cobalah fokus pada nikmat-nikmat yang sudah Anda dapatkan. Banyak sekali, bahkan tidak terhitung.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam QS An-nahl : 18, artinya : “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.”

Motivasi Untuk Tidak Mengeluh Yang Kedua Ini Sangat Memberdayakan

Syukur akan memperbaiki ruhiyah kita, agar tidak kufur nikmat dan Allah menambah nikmat lagi. Nah, sebagai ikhtiar kita, maka saya jelaskan motivasi kedua agar tidak mengeluh, yaitu: ambil tanggung jawab.
Mengambil tanggung jawab dari kondisi yang tidak kita inginkan jauh lebih memberdayakan dibandingkan hanya dengan mengeluhkannya. Anda harus mengambil tanggung jawab, bahwa semua yang terjadi adalah tanggung jawab Anda. Anda jugalah bertanggung jawab untuk mengubahnya sambil meminta pertolongan Allah.
Ingat QS. Ar Ra’d: 11 ini:
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Jika Anda tidak suka atau tidak mau dalam kondisi saat ini, maka ambilah tanggung jawab untuk mengubahnya. Bukan dengan mengeluhkannya.
Cobalah tanyakan pada diri sendiri:
“Apa yang BISA SAYA LAKUKAN untuk mengubah kondisi saat ini?”
Pertanyaan ini akan membuat kita berpikir agar lepas dari kondisi ini. Tidak ada jalan buntu. Jika setelah berpikir masih belum menemukan jalan keluar, ada 3 hal yang bisa Anda lakukan.
1. Berdo’a. Mintalah pertolongan dan petunjuk Allah agar kita bisa keluar dari kondisi yang tidak menyenangkan ini. Perbanyak istighfar, renungi kesalahan dan dosa serta mohon ampun kepada Allah.
2. Tenangkan diri. Kadang kita sulit berpikir dengan jernih jika perasaan kita diisi dengan perasaan negatif. Stop mengeluh, karena mengeluh menambah perasaan negatif.
3. Belajarlah. Tidak tahu dan bingung itu tanda kita kurang ilmu. Belajarlah, salah satunya belajar cara mengatasi masalah.
Insyaaallah, Anda akan menemukan cara untuk keluar dari kondisi ini. Jika belum, teruslah berusaha untuk mencari jalan keluar. Kadang tidak mudah, memerlukan usaha yang panjang dan keras. Tapi yakinlah Anda bisa karena Allah tidak akan membebani kita diluar kesanggupan kita.
Ini jauh lebih memberdayakan karena pikiran Anda lebih positif. Berbeda dengan mengeluh yang akan menambah negatif pikiran Anda. Dengan mengambil tanggung jawab, Anda akan lebih tegar, lebih bijaksana, dan lebih optimis. Anda pun akan mendapatkan hikmah yang luar biasa berharga dari kondisi yang tidak menyenangkan itu.

Bagaimana dengan Mengeluh Kepada Allah?

Ini yang diperbolehkan. Sebab, pada dasarnya ini sebuah do’a. Meminta kepada Allah agar apa yang kita keluhkan ini segera hilang. Lakukan saat-saat sendiri, setelah shalat fardhu, dan shalat tahajud. Sekali lagi bukan kepada manusia melalui social media.
Dalam kondisi tertekan tersebut Rasulullah Saw. mengeluh dan mengaduh hanya kepada Allah Swt. seperti yang terkandung dalam QS Al-Furqon : 30, yang artinya : “Dan berkatalah Rasul: Ya Tuhanku! Kaumku ini sesung­guhnya telah meninggalkan jauh al-Quran”.
Begitu pula dengan Nabi Ya’qub dan Nabi ayub, sebagaimana firman Allah dimana Nabi Ya’qup berkata, yang artinya: “Sesungguhnya aku mengeluhkan keadaanku dan kesedihanku hanya kepada Allah,“ (QS. Yusuf : 86).
Dan Nabi Ayyub a.s. , yang disebutkan Allah dalam firman-Nya, bahwa Ayyub berkata, yang artinya : “Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau (Allah) adalah Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang,”(QS Al-Anbiyaa’: 83).
Jadi, kalau Anda mau mengeluh, mengeluhkan kepada Allah. Mudah-mudahan Allah segera mengubah kondisi kita. Namun hati-hati, kadang ada orang yang keluhannya berisi menyalahkan Allah dan berburuk sangka kepada Allah.
Padahal,
Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (Muttafaqun ‘alaih).
Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnu zhon pada Allah” (HR. Muslim).

Kesimpulan

Tidak ada gunanya mengeluh, apalagi mengeluh di sosial media. Mengeluhlah kepada Allah. Tingkatkan rasa syukur kita, agar kita fokus kepada nikmat dan kebaikan, bukan kepada hal yang negatif. Kemudian, ambillah tanggung jawab untuk mengubah kondisi yang tidak menyenangkan itu.


sumber : http://www.motivasi-islami.com/
Continue Reading...

Minggu, 21 Februari 2016

Inilah 12 Barisan Manusia Di Akhirat

Tidak ada komentar:




Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Suatu ketika, Muaz bin Jabal r.a mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada sangkakala ditiup,maka kamu sekalian datang berbaris-baris"[An-Naba':18]
 

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Mu'az, engkau telah bertanya kepada aku, tentang perkara yang amat besar, bahawa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri...." Maka dinyatakan 12 barisan tersebut :
 

►Barisan Pertama, Diiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganyanya, maka demikianlah balasannya dan tempat mereka adalah neraka."
 

►Barisan Ke-2
Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yg sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka." 


►Barisan Ke-3
Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kalajengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka."
 

►Barisan Ke-4
Diiring dari kubur dalam keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah org yang berdusta dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka."
 

►Barisan Ke-5
Diiring dari kubur dengan bau busuk yg lebih daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yg menyembunyikan perilaku durhaka karena takut diketahui oleh manusia tetapi tidak memiliki rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka."
 

►Barisan Ke-6
Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka."
 

►Barisan Ke-7
Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka."
 

Barisan Ke-8
Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka."
 

►Barisan Ke-9
Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dg api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yg tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka."
 

►Barisan Ke-10
Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya & tempat mereka adalah neraka."
 

►Barisan Ke-11
Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka."
 

►Barisan Ke-12
Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar seperti bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat : "Mereka adalah orang yang beramal shaleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara shalat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah Jannah (Syurga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya), mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."

Untuk itu, marilah kita bermuhasabah. Kembali kita koreksi apa yang telah kita lakukan selama ini. Kita tidak akan pernah tahu bila WAKTU akan memanggil kita. Dekatkanlah diri kepada Allah, karena ketika kita berjalan mendekati-Nya, maka Ia akan berlari mengejar kita, begitulah kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya yang mau patuh dan taat. Maka, marilah kita dekatkan diri kita kepada Allah SWT Yang Maha Pengampun dan mulailah lakukan suatu kebaikan dari hal yang paling sederhana.

Wallahua'alam Bisshahwab
(Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal)


sumber : http://darisinikesana.blogspot.co.id/
Continue Reading...

Sebutlah Nama ALLAH

Tidak ada komentar:



Dalam penelitian laboratorium oleh 20 ahli kedokteran hewan, farmasi dan sains di Universitas Suriah telah membuktikan bahwa menyembelih hewan dengan menyebut asma Allah SWT yaitu dengan mengucapkan Bismillaahirrahmaanirrahiim dan Allahuakbar saat menyembelihnya maka dapat menstrerilisasi total terhadap tubuh dan membersihkan hewan sembelihan tadi dari darah dan kuman. Juru bicara tim tersebut yaitu Dr. Khalid Halawah mengatakan bahwa eksperimen laboratorium yang dilakukan selama 3 tahun dengan mengamati jaringan danging sembelihan dengan menggunakan mikroskop, didapatkan perbedaan bahwa menyembelih hewan tanpa menyebut nama Allah SWT. Dan takbir ternyata menahan sisa darah segar dan menjadi koloni sejumlah kuman sepertistaphylococcus, streptococcus dan kuman usus besar dan lain sebagainya. Sedangkan daging hasil sembelihan hewan dengan cara menyebut asma Allah SWT saat menyembelih, yaitu dengan mengucapkan BISMILLAAHIRRAHMANIRRAHIIM dan ALLAHUAKBAR berada dalam keadaan bersih dan steril dari kuman-kuman.
Profesor Fu’ad Ni’mah guru besar pada Fakultas ilmu kedokteran hewan di Universitas Damaskus menjelaskan bahwa hewan yang disembelih dengan mengucapkan nama Allah SWT. Terlihat organ dan otot sangat rapat, kerapatan ini yang bertanggung jawab atas pemerasan darah pada daging keluar dengan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu daging tersebut menjadi bersih dan murni. Sementara hal ini tidak terjadi pada daging hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah SWT. Dr. Nabil Al-Syarif mantan dekan Fakultas Farmasi Universitas Damaskus menjelaskan langkah metodologis penelitiaan sampai mendapatkan hasil dan kesimpulan yang luar biasa ini.
Dari penjelasan singkat ini , terlihat dengan jelas mengapa Al-Qur’an melarang manusia memakan bangkai dan hewan sembelihah tanpa menyebut nama Allah SWT. Bangkai merupakan hewan yang mati bukan karena sembelihan, naaah karena tanpa penyembelihah maka darah hewan tersebut masih tertahan didalam tubuhnya. Padahal kita tahu bahwa darah adalah pembawa berbagai kotoran tubuh seperti karbon dioksida, urine, asam boraks, kuman tubuh dan parasitnya dan ampas pengolahan makanan pada hewan yang berpindah melalui pembuluh darah atau urat nadi, sedangkan ampas ini pada umumnya adalah zat yang cepat membusuk dan hancur bila tertahan dalam tubuh mayat hewan, dengan demikian daging akan cepat rusak dan hancur. Sehingga dengan memakan bangkai (hewan tanpa sembelihan) bisa menimbulkan penyakit organis atau virus yang merusak dan menyebabkan kepikunan. Disamping itu kita juga dilarang memakan darah dan daging babi. Dengan fakta ilmiah ini membuktikan bahwa Al-Quran adalah Firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Akhirul Zaman Muhammad SAW. Dan merupakan petunjuk bagi manusia yang mau memikirkannya.
Allah SWT telah mengingatkan kepada kita dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 115 yang artinya :
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

sumber : https://kaisnet.wordpress.com
Continue Reading...